Makassar, Sidikkasus.com-Toilet pasar terong jadi sorotan setelah pengunjung yang datang ke pasar terong di jalan Terong, Kecamatan Bontoala di keluhkan terkait pelayanan di water closet (WC) umum.
Pasalnya, pengunjung yang mau ke WC di Pasar terong harus membayar. Padahal pengunjung menilai WC umum di Pasar Terong di gratiskan.
Keluhan ini diungkapkan oleh seorang pengunjung saat berada di Pasar Terong.
"Kita harus bayar Rp2.000 saat masuk ke toilet buang air kecil," Ucap pengunjung yang tidak mau di sebut namanya.
Ia menambahkan, Meskipun air di toilet berjalan lancar dan bersih, namun pengunjung yang menggunakan fasilitas toilet di pasar terong harus membayar sekali masuk mengunankan toilet.
"Mestinya fasilitas umum, seperti toilet umum harus gratis, tapi ternyata di toilet pasar terong ini harus berbayar." Ungkapnya
Mirisnya, meski telah ada aturan tegas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar secara resmi melarang seluruh pungutan biaya atw tarif di toilet umum pasar tradisional.
"Semua toilet Pasar Gratis, Tak ada lagi pungutan retribusi atau tarif di seluruh toilet umum yang berada dalam area pasar tradisional." Tegas Munafri, saat meluncurkan sistem transaksi non-tunai berbasis QRIS di Pasar Pusat Niaga Daya, Kecamatan Biringkanaya, Pada Senin (28/7/25).
Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian serius dari pihak pengelola pasar dan intansi terkait agar toilet di gratiskan, agar bisa dimanfaatkan dengan optimal serta memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung pasar, agar toilet tetap menjadi fasilitas umum yang ramah pengguna.


Social Header