GAM Makassar Gelar Aksi: Tuntaskan Karhutla Sebelum Prabowo ke Sulsel!
Makassar,Sidikkasus.com-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) kembali menggelar aksi unjuk rasa di Pertigaan Jalan AP Pettarani-Letjend Hertasning, Kota Makassar, Selasa (20/10/2026).
Unjuk rasa dari Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) digelar di ruas Jalan A P Pettarani sekitar pukul 01.00 Wita. Akibatnya arus lalu lintas pun macet.
Dalam aksinya, Mahasiswa memblokade jalan dengan membentangkan spanduk bertuliskan "EVALUASI 2 TAHUN PRABOWO-GIBRAN: GAGAL TOTAL MENANGANI KARHUTLA!" dan membawa 4 Tuntutan yaitu:
1.Mendesak Pemerintah Untuk Segera mengatasi karhutla di berbagai wilayah Indonesia.
2.Mendesak APH segera mencabut izin korporasi yang terbukti membakar hutan.
3.Selesaikan kelangkaan migas di wilayah yang terdampak karhutla.
4.Copot Menteri Kehutanan dan menteri ESDM.
Para mahasiswa juga membakar ban bekas di badan jalan, memblokade ruas jalan, serta menyandera sebuah mobil tronton untuk dijadikan mimbar orasi. Aksi tersebut awalnya berlangsung lancar dengan pengamanan awal hanya sekitar lima personel kepolisian yang berjaga di lokasi. Namun, situasi kemudian diwarnai kedatangan puluhan aparat kepolisian yang dilengkapi perlengkapan pengamanan sekitar pukul 13.50 Wita.
Sehingga, mahasiswa dan aparat kepolisian saling berhadapan hingga terjadi aksi saling dorong. Meski demikian, massa aksi tetap berupaya mempertahankan jalannya unjuk rasa dan menyuarakan tuntutan mereka di tengah tekanan aparat kepolisian.
Diketahui, Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes keras terhadap 2 tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran yang menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai belum tertangani secara maksimal.
Oleh sebab itu, Jenderal Lapangan (Fahrul Fajri) menilai bahwa karhutla menjadi salah satu landasan utama pihaknya menggelar aksi.
“Kami menganggap bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan itu tidak bisa dipandang sebagai hal yang bersifat berdiri sendiri. Ada celah akses ataupun regulasi yang kemudian lemah, ada ketidakberanian aparat penegak hukum untuk menangkap dan mencegah terjadinya oknum yang melakukan pembakaran hutan secara luas dan semena-mena,” ujar Fahrul dalam orasinya.
Di waktu yang sama, Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Fajar Wasis juga menyinggung pernyataan Kapolri baru mengenai 98 laporan polisi (LP) yang disebut telah naik ke tahap penyidikan.
"Masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai identitas individu maupun korporasi yang diduga terlibat, kami tunggu ketegasan daripada Kapolri untuk mengungkap siapa orangnya, siapa korporasinya, dan siapa-siapa saja yang terlibat di balik kebakaran hutan ini,” Tegasnya.
Selain mendesak penyelesaian karhutla dan pengungkapan pihak yang bertanggung jawab, Fajar juga meminta Presiden Prabowo melakukan evaluasi kabinet. Mereka secara khusus menuntut pencopotan Menteri Kehutanan (Raja July Antony) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator yang membidangi transisi dan hilirisasi (Bahlil Lahadalia).
Terakhir, Pimpinan GAM tersebut juga menyinggung wacana kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Sulawesi Selatan. Mereka berharap pemerintah terlebih dahulu menunjukkan langkah nyata dalam menangani karhutla sebelum kunjungan tersebut terlaksana.
“Kami berharap dan mengingatkan kepada Prabowo untuk segera menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan ini sebelum menginjakkan kakinya di tanah Sulawesi Selatan,” Jelasnya.

Posting Komentar