Koramil 1408-03/Wajo Gencarkan Karya Bakti, Pasar Bacan Dibersihkan untuk Wujudkan Lingkungan Sehat
SIDIKKASUS.COM,-MAKASSAR — Semangat gotong royong kembali menggeliat di tengah masyarakat. Demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, Koramil 1408-03/Wajo bersama unsur pemerintah dan masyarakat melaksanakan karya bakti pembersihan Pasar Bacan di Jalan Bacan, Kelurahan Melayu Baru, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Senin (28/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA tersebut menjadi momentum memperkuat kepedulian kolektif terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mencegah potensi gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat tumpukan sampah, kotoran, maupun saluran air yang tidak terawat.
Dengan penuh semangat, personel Koramil 1408-03/Wajo bersama Tripilar, Ketua RT/RW, warga, serta tim kebersihan Kelurahan Melayu Baru dan Kecamatan Wajo bahu-membahu membersihkan kawasan pasar dan ruas jalan di sepanjang Jalan Bacan.
Gotong Royong Bukan Sekadar Membersihkan Sampah
Karya bakti tersebut tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik kawasan pasar. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang membangun kesadaran bahwa lingkungan yang sehat membutuhkan partisipasi bersama.
Tumpukan sampah dan kotoran yang dibiarkan mengendap berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi lingkungan yang mendukung berkembangnya berbagai sumber penyakit. Karena itu, kebersihan pasar sebagai ruang publik memiliki nilai penting bagi kenyamanan pedagang, pengunjung, maupun masyarakat sekitar.
Setelah dilakukan pembersihan secara bersama-sama, kawasan yang menjadi sasaran karya bakti tampak lebih tertata, bersih, dan nyaman.
Serka Tamsir: Ini Tentang Komitmen Bersama
Babinsa Kelurahan Melayu Baru, Serka Tamsir, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan jalan dan saluran lingkungan.
“Ini bukan sekadar membersihkan selokan dan jalan, tapi membangun komitmen bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman.”
Menurutnya, kepedulian dan budaya gotong royong perlu terus dipelihara karena kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kepedulian gotong royong seperti ini penting, agar kita semua dapat mencegah terjadinya penyakit dan lingkungan menjadi bersih dan nyaman.”
Kolaborasi TNI, Pemerintah dan Warga
Kegiatan tersebut mendapat dukungan masyarakat serta unsur pemerintah setempat. Kolaborasi antara aparat kewilayahan, pemerintah, petugas kebersihan, dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Keterlibatan berbagai unsur juga menunjukkan bahwa persoalan kebersihan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas umum setelah kegiatan pembersihan selesai.
“Kolaborasi ini sangat luar biasa. Warga semakin termotivasi menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap salah satu pihak yang memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.
“Ini Harus Jadi Budaya”
Serka Tamsir berharap karya bakti tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Menurutnya, semangat kebersamaan harus diterjemahkan menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan setiap hari.
“Ini harus jadi budaya. Gotong royong atau karya bakti adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan nyaman.”
Ia menambahkan, lingkungan yang bersih bukan hanya memberikan kenyamanan secara visual, tetapi juga menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menjaga kualitas kesehatan masyarakat.
Kegiatan karya bakti di Pasar Bacan menjadi gambaran bahwa ketika TNI, pemerintah, dan masyarakat bergerak dalam satu semangat, persoalan lingkungan dapat ditangani secara lebih efektif.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan pagi itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya untuk terus menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.
Sebab, lingkungan yang bersih tidak lahir hanya dari kerja satu orang, melainkan dari kesadaran dan kebersamaan seluruh masyarakat.
SIDIK KASUS — Mengawal Fakta, Menguji Data, Menjaga Kepentingan Publik.
(28/09/2026)

Posting Komentar