Breaking News

PKL di Kawasan Anjungan Pantai Losari Kian Menjamur, Penindakan Satpol PP Dipertanyakan




Sidik Kasus, Makassar - Kawasan Anjungan Pantai Losari yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata Kota Makassar kembali menjadi sorotan. Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di dalam kawasan tersebut kian menjamur dan dinilai merusak keindahan serta estetika kawasan wisata, Sabtu (4/1/2026).

Pantauan awak media di lokasi menunjukkan area sekitar ikon tulisan “Pantai Losari” terlihat semrawut akibat banyaknya pedagang kaki lima yang menggelar dagangan. Selain mengganggu pemandangan, sampah sisa aktivitas jual beli juga tampak berserakan di sejumlah titik, sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung.

Ironisnya, keberadaan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di kawasan Anjungan Pantai Losari dinilai belum mampu menertibkan para pedagang yang berjualan di area terlarang. Aktivitas PKL tersebut seolah berlangsung tanpa hambatan.

Padahal, Pemerintah Kota Makassar telah menyediakan lokasi khusus bagi pedagang kaki lima, yakni di kawasan Anjungan Mandar. Namun, sebagian pedagang tetap memilih berjualan di area yang dilarang, tanpa mengantongi izin resmi dari pengelola Anjungan Pantai Losari.

Diketahui, UPTD Anjungan Pantai Losari telah berupaya melaporkan maraknya aktivitas PKL liar tersebut kepada petugas Satpol PP yang bertugas di lokasi. Namun hingga kini, belum terlihat adanya tindakan penertiban yang tegas terhadap para pedagang yang melanggar aturan.

Upaya konfirmasi kepada pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kota Makassar juga mengalami kendala. Kepala Satpol PP Makassar, Hasanuddin, yang hendak dimintai keterangan terkait persoalan ini, dilaporkan belum dapat dihubungi.

Wakil Koordinator Divisi Pengawasan dan Monitoring LSM PERAK Indonesia, Heri Gonggong.

"Kalau mereka tidak minindak tegas, berarti ada indikasi pembiaran dan kesengajaan dari Petugas Satpol PP di kawasan anjungan pantai losari tersebut,"ucapnya.

Heri juga mengingatkan jangan sampai hal ini menjadi pemicu terhadap pedagang lain akan ikut hadir di lokasi tersebut, sebagai contoh.

"Kami terus pantau, Kalau tetap dilakukan pembiaran berarti Pemkot di bawa komando Walikota Makassar juga turut abai,"tegasnya. 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan masih maraknya aktivitas pedagang kaki lima yang bebas menggelar dagangan di kawasan terlarang Anjungan Pantai Losari. (*)
© Copyright 2022 - sidikkasus.com