Lhokseumawe, [05/02] Banjir yang melanda Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang,
Kabupaten Aceh Utara, turut berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Lingkungan
yang lembap, keterbatasan fasilitas, serta kelelahan pascabanjir membuat warga
pengungsian mulai merasakan berbagai keluhan kesehatan.
Menjawab kondisi tersebut, Lapas Kelas IIA Lhokseumawe bersama Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh melaksanakan kegiatan pengobatan gratis yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Bakti Sosial” bagi masyarakat terdampak
banjir.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, di lokasi pengungsian Desa Kuala Cangkoi,Sejak kegiatan dimulai, warga pengungsian tampak antusias memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan Berbagai keluhan seperti demam, batuk, flu, gatal-gatal,
hingga kelelahan akibat kondisi pascabanjir disampaikan langsung oleh warga kepada
petugas kesehatan.
Melalui kegiatan pengobatan gratis ini, Lapas Kelas IIA Lhokseumawe berupaya
membantu masyarakat agar tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan di tengah
keterbatasan akibat bencana. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara sederhana namun menyeluruh, disertai dengan pemberian obat sesuai dengan kebutuhan warga.
Wahyu Prasetyo (Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe) menyampaikan bahwa kegiatan.
ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial jajaran pemasyarakatan
terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Kami berharap layanan pengobatan gratis ini dapat membantu menjaga kesehatan
masyarakat serta meringankan beban warga di tengah kondisi yang masih sulit
pascabanjir,” ujar Kalapas Lhokseumawe.
Kegiatan pengobatan gratis ini menjadi bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan Lapas
Kelas IIA Lhokseumawe bersama Kanwil Ditjenpas Aceh dalam membantu masyarakat
terdampak banjir Aceh Utara. Besar harapan, bahwa layanan ini dapat memberikan
manfaat nyata serta mendukung proses pemulihan kesehatan masyarakat secara
bertahap.
Zainal


Social Header