Breaking News

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Korban Banjir Desa Buket Kareung Masih Bertahan di Tenda Darurat

Sidik Kasus com.Aceh Timur, 14 Maret 2026
Pembangunan hunian sementara (Huntara) di Desa Buket Kareung, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, hingga saat ini masih jauh dari kata selesai. Setelah berbulan-bulan proses pengerjaan, pantauan di lapangan menunjukkan progres pembangunan baru mencapai kurang dari 50 persen dari 49 unit calon penerima Huntara. Akibatnya, puluhan warga penerima bantuan terpaksa masih tinggal di tenda darurat atau menginap di rumah kerabat menjelang Idul Fitri 1447 H.
Nuryati, salah satu warga yang telah berbulan-bulan tinggal bersama keluarga, kepada Tim Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keterlambatan pembanguan Huntara. 

"Rumah bantuan Huntara yang seharusnya kami terima belum juga siap. Kami sudah menunggu terlalu lama," tuturnya dengan nada patah semangat.
Hal serupa juga disampaikan Nur Aini, yang masih terpaksa tinggal di tenda darurat yang mengaku tidak betah lagi tinggal dibawah tenda darurat, apalagi anak -anak dangat menderita, pada siang hari cuaca sangat panas, apalagi saat turun hujan seperti tadi malam, air menggenangi tempat tidur

"Pekerjaan seharusnya telah dimulai sebelum Ramadan, dan saya berharap bisa tinggal di Huntara saat bulan suci ini. Namun hingga kini, kami masih berada di tenda, dan tampaknya Idul Fitri juga masih seperti ini," keluhnya, dikelilingi kekhawatiran.
Kondisi tenda darurat yang ditempati warga dinilai tidak layak untuk bertahan dalam jangka waktu lama, terutama dengan datangnya musim penghujan yang sering melanda wilayah tersebut. Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan pembangunan Huntara atau memberikan solusi sementara yang lebih aman sebelum hari raya tiba.

Kepala Desa Buket Kareung, Ezzie Reuffin, menyampaikan harapannya agar hunian sementara dapat selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri.
 "Saya sangat berharap masyarakat kami yang mendapatkan hunian sementara bisa segera berpindah dari tenda, karena mereka sudah berbulan-bulan berteduh di bawah tenda," jelasnya.

Kepala Desa Ezzie Arifin juga menekankan pentingnya penyelesaian proyek sebelum lebaran. "Kami berharap warga korban yang mendapatkan Huntara dapat menempati tempat tinggal mereka selama bulan puasa. Namun, sampai saat ini, pada tanggal 25 Ramadan, mereka masih terpaksa tinggal di tenda darurat dan rumah kerabat," imbuhnya.
"Kami mengimbau pemerintah daerah,BNPB serta dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap pihak yang mengerjakan proyek ini, mempercepat penyelesaian, serta memberikan informasi jelas terkait jadwal penyelesaian yang pasti," ujar salah satu anggota tim media dari Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh yang melakukan pantauan. 
Dengan harapan yang tinggi dan situasi yang mendesak, warga Desa Buket Kareung terus menantikan solusi yang selayaknya mereka terima.

Zainal
© Copyright 2022 - sidikkasus.com