BREBES - Ditengah dinamika pembangunan daerah, Desa Dukuh Salam, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mencatat langkah Strategis yang menjadi sorotan. Dibawah kepemimpinan Bapak Pahodi, Pemerintah desa bergerak cepat, presisi, dan terukur dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai menjadi tulang punggung kemajuan ekonomi dan soaial masyarakat setempat.
Komitmen nyata terwujud dalam pelaksanaan proyek rabat beton dengan spesifikasi teknis panjang 78 meter, Lebar 4 meter, Tebal 0,2 meter. Proyek ini menganggarkan dana sebesar Rp 100.000.000,00 (Seratus juta rupiah) yang bersumber dari bantuan keuangan kabupaten tahun anggaran 2026, dan di selesaikan dalam kurun waktu hanya 12 hari kalender. Kecepatan pelaksanaan ini bukti efisiensi manajemen proyek yang dijalankan tim pelaksana kegiatan (TPK) desa secara transparan, akuntabel, dan berstandar teknis yang ketat.
Bapak Pahodi menegaskan bahwa pembangunan ini bukan tujuan akhir, melainkan langkah fondasi dalam tata kelola pembangunan desa yang berbasis pada kebutuhan riil dan potensi wilayah. "Infrastruktur bukan sekedar jalan yang kokoh, melainkan sarana penghubung antara potensi sumber daya alam dan masyarakat. Akses yang baik akan memangkas biaya logistik hasil bumi, membuka luang perdagangan baru, serta meningkatkan nilai tawar ekonomi warga," ujarnya, menyoroti dampak strategis jangka panjang dari proyek tersebut.
Pandangan intelektual ini menempatkan pembangunan fisik sebagai instrumen utama transformasi desa: Jalan yang memadai akan mempercepat mobilitas, mendorong pertumbuhan usaha mikro, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa ditengah tantangan wilayah. Dimata bapak Pahodi memajukan desa bukan hanya soal membangun fasilitas, melainkan membuka akses kesempatan yang setara bagi seluruh warga.
Pemerintah desa dukuh salam dibawah pimpinannya juga menekankan prinsip keberlanjutan. Pembangunan ini akan diikuti dengan program pemeliharaan rutin dan pembangunan infrastruktur lainnya, yang disusun berdasar aspirasi masyarakyat melalui musyawarah desa. Langkah ini menunjukan pola kepemimpinan yang tidak hanya tanggap, tetapi juga visioner, mampu menyeimbangkan kecepatan eksekusi dengan perencanaan jangka panjang. Kini proyek jalan rabat beton tersebut berproses secara maksimal. Kinerja bapak Pahodi dan timnya menjadi referensi bahwa kepemimpinan desa yang cerdas, bergerak cepat, dan berlandaskan pemikiran setrategis adalah kunci utama mengangkat harkat dan taraf hidup masyarakat pedesaan.
Desa dukuh salam kini menjadi bukti nyata:
Kemajuan desa tidak menunggu, melainkan dibangun dengan gerak cepat, gagasan tajam, dan manajemen yang berintelektual tinggi.
(RISTONI)
Kabiro Brebes


Social Header