Minim Prasarana sekolah, peminat SD Negeri 18 Bontokadatto berkurang ; Kepsek “Kami harap bisa dapat bantuan rehab dan revit sekolah
Minim Prasarana sekolah, peminat SD Negeri 18 Bontokadatto berkurang ; Kepsek “Kami harap bisa dapat bantuan rehab dan revit sekolah
Sidik Kasus.Takalar.SulSel - Dunia pendidikan masih tidak baik-baik saja, di Kabupaten Takalar tepatnya di Desa Canrego kecamatan Polombangkeng terdapat sekolah dasar negeri yang minim prasarana sekolah. UPT SD Negeri 18 Bontokadatto yang hanya memiliki enam kelas tanpa ada prasarana gedung kantor Sekolah dan Perpustakaan menyebabkan satu ruang kelas terpaksa dialihfungsikan untuk ruangan kantor sekolah.
Hj.Nurbaya, S.Pd selaku Kepala Sekolah UPT SD Negeri 18 Bontokadatto menyampaikan harapannya ketika ditemui langsung oleh Tim Media Sidik Kasus pada Kamis(30/7/2026).
“Kami harap sekolah ini bisa mendapat bantuan untuk membangun gedung kantor sekolah atau perpustakaan yang bisa kami gunakan sebagai ruang kantor, supaya ruangan ini bisa dijadikan kembali kelas belajar mengajar”Ucap Nurbaya.
Selain itu, Nurbaya membeberkan minimnya prasarana sekolah menyebabkan masyarakat enggan menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri tersebut dikarenakan kekhawatiran masyarakat akan ruang kelas yang tidak cukup.
“Warga disini banyak yang mau sekolahkan anaknya di sekolah ini, tapi mereka khawatir jangan sampai ruangan kelas tidak cukup karena memang kelasnya hanya enam kelas”Bebernya.
Kepsek Nurbaya mengungkapkan bahwa hal ini sering disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, namun saat ini belum ada realisasinya. Padahal Tenaga Pengajar SD Negeri 18 Bontokadatto merupakan tenaga pendidik yang handal dan ahli dibidang IT.
“Saya sudah sering sampaikan ke Dinas mengenai hal ini, disini juga para gurunya masih muda, enerjik dan mereka rata ahli IT”Ungkap Nurbaya.
Prasarana dan Sarana sekolah merupakan bagian vital untuk menunjang proses belajar dan mengajar di sekolah. Dampak minimnya sarana dan prasarana sekolah adalah terhambatnya kegiatan belajar, menurunnya motivasi siswa, dan terbatasnya ruang gerak guru dalam mengajar. Hal ini membuat kualitas pendidikan menjadi rendah dan tertinggal.
Tidak hanya itu, minimnya prasarana dan sarana sekolah mempengaruhi juga kurangnya peminat pendaftar di SD Negeri 18 Bontokadatto. Persoalan ini sudah semestinya menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Takalar untuk segera merencanakan Rehabilitasi dan Revitalisasi sekolah agar terwujud prasarana dan sarana yang memadai demi kepentingan pendidikan generasi berikutnya.
(Fee3/Tim Redaksi)

Posting Komentar