SIDIKKASUS.COM,-Aceh Timur — Kondisi jalan rusak parah di lintas Kecamatan Idi Rayeuk menuju Banda Alam kini tidak lagi sekadar keluhan, tetapi sudah memakan korban nyata. Muhammad Irfandi yang menjadi salah satu korban kecelakaan tunggal akibat jalan yang hancur dan tak kunjung diperbaiki, Kamis (26/3/2026).
Jalan yang seharusnya menjadi akses utama masyarakat justru berubah menjadi “jalur maut”. Lubang menganga, permukaan aspal yang rusak berat, hingga genangan air membuat pengendara setiap saat berada dalam ancaman kecelakaan.
“Ini bukan lagi soal kenyamanan, ini soal keselamatan. Saya sendiri sudah jadi korban, kendaraan rusak parah,” ungkap Irfandi dengan nada kesal.
Warga menilai pemerintah terkesan tutup mata terhadap kondisi ini. Jalan tersebut telah lama rusak, namun tidak ada tindakan serius dari pihak berwenang. Padahal, setiap hari jalan ini dilalui masyarakat untuk bekerja, sekolah, hingga aktivitas ekonomi.
Secara aturan, tanggung jawab perbaikan jalan berada pada pemerintah sesuai status jalan, baik itu kabupaten, provinsi, maupun pusat. Namun hingga kini, tidak terlihat kejelasan siapa yang benar-benar turun tangan menangani kerusakan tersebut.
Irfandi juga mengatakan DPRD dinilai juga tidak boleh lepas tangan. Meski bukan pelaksana teknis, fungsi pengawasan dan penganggaran seharusnya dijalankan secara maksimal untuk menekan pemerintah agar segera bertindak.
Lebih jauh, jika kerusakan jalan disebabkan oleh kualitas pekerjaan yang buruk, maka kontraktor juga harus dimintai pertanggungjawaban, bukan dibiarkan tanpa evaluasi.
Kemarahan masyarakat pun memuncak. Mereka menilai pemerintah terlalu banyak janji tanpa realisasi di lapangan.
“Kalau tidak mampu memperbaiki, jangan banyak bicara. Ini menyangkut nyawa masyarakat. Jangan tunggu korban berikutnya,” tegas warga.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk segera turun langsung, melakukan pendataan, dan memperbaiki jalan tersebut secepatnya.
Jika kondisi ini terus diabaikan, bukan tidak mungkin jalan lintas ini akan terus memakan korban berikutnya, sementara pemerintah hanya menjadi penonton.
Camat Idi Tunong Baihaki S.Ag membenarkan bahwa kondisi jalan belum diaspal dan berlobang dan membahayakan pengguna jalan saat bicarakan tapi kita sudah datang DPR RI melihat kondisi jalan beliau mengatakan akan dibangun dengan anggaran tahun ini , kita tunggu saja delan kita dukung sepenuhnya niat baik pemerintah untuk bisa terwujut mudah-mudahan jalan tersebut dapat terealisasi dengan baik pada tahun ini ujar nya


Social Header