Sidik Kasus,Maros.SulSel - Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Sumber Daya Air Satuan kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang bersama dengan Dinas Pekerjaan umum kabupaten Maros menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat tahap 1 (PKM 1) membahas studi penanganan banjir di kabupaten Maros pada Senin (13/07/2026).
Pertemuan tersebut diadakan di Aula Kantor Dinas PU kabupaten Maros yang dihadiri oleh Bupati Maros, Chaidir Syam. Turut hadir Kepala Satker BBWS Pompengan-Jeneberang beserta jajaranya, Kepala Dinas PU Maros, Konsultan PT Sarana Bhuana Jaya KSO, PT Vitraha Consindotama, Camat, Lurah dan Desa se-kabupaten Maros serta stakeholder.
Tujuan diadakannya pertemuan tersebut untuk menyerap aspirasi, usulan dan masukan dari masyarakat terdampak banjir. Dalam hal ini diwakili oleh pemerintahan Desa, Lurah dan camat di wilayah kerja masing-masing pemerintahan setempat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Maros memberikan arahan kepada para peserta yang hadir agar memberikan masukan dan aspirasi untuk melaksanakan program kerja tahun 2027. Selain itu, Chaidir Syam menekankan agar kawasan hulu (Pegunungan) tetap menjadi perhatian untuk mengantisipasi terjadinya banjir.
“Wilayah Hulu harus senantiasa diperhatikan, jangan sampai fokus memperbaiki daerah hilir tetapi daerah hulu diabaikan. Belajar kejadian banjir yang lalu, daerah hulu semakin besar luapan airnya sehingga terdampak di daerah hilir sampai kecamatan Turikale. ” Ucap Chaidir Syam.
Pertemuan Konsultasi Masyarakat tersebut merupakan pertemuan pertama untuk menghimpun masukan perencanaan penanganan banjir yang nantinya berupa program kerja. Realisasi Program Kerja akan dilaksanakan setelah Pertemuan Konsultan Masyarakat tahap 2 (PKM 2). Program kerja tersebut akan terlaksana dan diselesaikan pada tahun 2027 nanti.
(Tim Redaksi)


Social Header