Breaking News

Darurat! Mafia BBM Subsisi Di Halsel 4 Tahun Hak 1,409 Nelayan Diduga Tak Terim Jatah Di SPBUN Sayoang

SIDIKKASUS.COM. Halsel - Diduga kuat selama empat (4) tahun terdapat 1,409 (seribu empat ratus sembilan) masyarakat nelayan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan. Maluku Utara, tidak menerima bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar maupun pertalaiet dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Sayoang Kecamatan Bacan Timur, Halsel. 

Berdasarkan dokumen yang telah dikantongi Media ini, terdapat 1,409 masyarakat nelayan Bacan Timur yang terdaftar secara resmi di pemerintah daerah melalui dinas perindangkop Halsel. 

Namun, dari jumlah tersebut diduga selama 4 tahun tidak menerima BBM subsidi dari SPBUN Sayoang. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Halmahera Selatan, Nindon matoro saat dikonfirmasi Wartawan beberapa waktu kemarin. 

Nindon yang juga bertempat tinggal di Desa Sayoang, mengaku selama 4 tahun, ia terus memantau pergerakan pihak SPBUN Sayoang saat melakukan penyaluran BBM subsidi diduga tidak tepat sasaran sehingga tidak dirasakan oleh nelayan di Bacan Timur . 

Bahkan kata Nindon, usai diangkat sebagai Ketua DPD HMNI Halsel, dalam beberapa waktu terakhir ia bersama anggotanya mencoba kembali melakukan penelusuran dan menerima berbagai keluhan dari nelayan yang menyatakan bahwa mereka mengalami kesulitan memperoleh BBM dari SPBUN Sayoang. 

Parahnya lagi, pihaknya menerima informasi dari dari internal bahwa BBM subsidi jenis solar sebanyak 50 ton dan pertalaite 20 ton perbulan yang didistribusikan oleh PT. Pertamina Labuha, ke SPBUN Sayoang. 

"Dari jumlah minyak solar 50 ton dan pertalaite sekitar 20 ton dalam perbulan yang didistribusikan PT. Pertamina ke SPBUN, maka BBM sebanyak itu dikemanakan selama ini,"? tanya Nindon

Padahal kata Nindon, sesuai ketentuan yang berlaku khususnya SPBUN yang tersebar diseluruh daerah hanya dapat melayani kebutuhan Nelayan, petani dan pelakuusaha  budidaya ikan, tidak untuk yang lainnya. 

"SPBUN di setiap daerah itu didedikasikan khusus untuk menyalurkan BBM bersubsidi seperti solar hanya kepada Nelayan kecil dan petani atau pengusaha pembudidaya ikan. Fasilitas ini dibangun oleh Pertamina Patra Niaga dan pemerintah agar energi menjangkau sektor produktif secara tepat sasaran,"Tegas Nindon

Sementara, pengawas sekaligus pelaksana lapangan SPBUN Sayoang, Rahman alias Mances, telah diupaya untuk menghubungi melalui sambungan telepon WhatsApp ke nomor 0822144372XX. Namun hingga berita ketiga ini kembali diturunkan, belum memberikan respons meskipun nomor yang tuju sedang aktif. 


(Asmi/Tim Red)
© Copyright 2022 - sidikkasus.com