Sidik Kasus.Maros.SulSel - Musim kemarau yang sudah berlangsung kurang lebih dua bulan dengan intensitas cuaca terik yang cukup ekstrim memberi dampak di beberapa wilayah Kabupaten Maros mengalami kekeringan.
Terutama di Kecamatan Bontoa, sekitar 90 persen dari tujuh desa dan kelurahan telah terdampak kekeringan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Maros mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 2 Milyar untuk meningkatkan Kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantimurung.
Langkah tersebut dilakukan agar produksi air bersih bertambah dari 125 liter per detik menjadi 200 liter per detik, sehingga distribusi air dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Dengan peningkatan kapasitas ini, distribusi air bersih diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di Kecamatan Bontoa dan sejumlah desa yang selama ini masih membutuhkan tambahan pasokan air” Jelas Bupati Maros Chaidir Syam usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Maros, Rabu (29/7/2026).
Selain itu, Bupati Chaidir juga menyampaikan bahwa pada awalnya rencana biaya peningkatan IPA Bantimurung melalu skema pinjaman. Akan tetapi, rencana tersebut dibatalkan karena terbentur regulasi yang berlaku.
“Peminjaman itu tidak bisa dilakukan karena terbentur aturan. Jadi kita alihkan dengan menganggarkan langsung pembelian alatnya,” ujarnya Chaidir.
Melalui pengadaan peralatan upgrading tersebut, kapasitas produksi IPA Bantimurung akan bertambah sekitar 75 liter per detik.
Dengan demikian penambahan kapasitas itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan yang sudah ada dan dapat memperluas cakupan pelayanan ke wilayah baru.
Upaya Pemkab Maros tersebut juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat pelayanan Perumda kepada masyarakat yang selama ini kapasitas produksi terbatas, sehingga distribusi air belum mampu menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.
Kecamatan Bontoa menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan karena mengalami kekeringan yang paling parah. Dua kecamatan yang mengalami hal yang sama yakni Lau dan Maros Baru. Selain itu, dampak kekeringan mulai dirasakan di Kecamatan Turikale, Moncongloe, Mandai, dan Marusu.
Bupati Maros, Chaidir syam berharap proses pengadaan alat dapat segera direalisasikan sehingga peningkatan kapasitas produksi air bersih dapat dinikmati masyarakat dalam waktu dekat.
(Tim Redaksi)


Social Header