Breaking News

Bupati Maros meresmikan Layanan PAM Mini di Desa Tenrigangkae menjangkau 158 rumah





Bupati Maros meresmikan Layanan PAM Mini di Desa Tenrigangkae menjangkau 158 rumah. 

Sidik Kasus.Maros.SulSel - Musim kemarau panjang menyebabkan kekurangan air bersih dibeberapa wilayah di Kabupaten Maros. Pemerintah desa Tenrigangkae kecamatan Mandai bersama masyarakat memanfaatkan sumber air berupa sumur dengan debit besar yang ketersediaan airnya mencukupi untuk menjangkau ratusan rumah yang ada di wilayah tersebut. 

Bupati Maros, Chaidir Syam secara resmi membuka pengelolaan layanan PAM Mini yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes) pada Senin (10/08/2026). 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Chaidir syam mengatakan bahwa PAM Mini Desa Tenrigangkea menjadi solusi disaat terbatasnya pasokan air dari PDAM selama musim kemarau panjang dikarenakan el nino. 

“Ini menjadi salah satu inovasi dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih” katanya.

Selain itu, Chaidir Syam menyampaikan juga kapasitas IPA selama ini belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan warga, khususnya untuk sambungan baru. 

“Desa kemudian mencari alternatif sumber air yang bisa dimanfaatkan” ujarnya.

Sekarang ini, layanan PAM Mini tersebut telah menjangkau sekitar 158 rumah dari total potensi hampir 800 rumah di Desa Tenrigangkae yang untuk sementara penggunaan air masih digratiskan karena layanan tersebut masih dalam tahap uji coba. 

“Pemerintah desa sedang menyiapkan Perdes untuk mengatur tarif nantinya”Ungkap Bupati Chaidir. 

Menurutnya, penerapan tarif diperlukan untuk memastikan keberlanjutan layanan, terutama untuk biaya pemeliharaan jaringan dan fasilitas PAM Mini.

“Tarif ini nantinya bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, tetapi bagaimana layanan ini bisa terus berjalan dan biaya pemeliharaannya bisa ditanggung” jelasnya.

Selain penyediaan air bersih, Desa Tenrigangkae juga memanfaatkan jaringan irigasi air tanah (JIAT) untuk mendukung sektor pertanian. Jaringan tersebut didukung sumur bor bantuan dari pemerintah pusat. 

“Saat ini sudah mengairi sekitar 2 hektar sawah. Potensinya bisa dikembangkan sampai 10 hektar” ujar Bupati Chaidir.

Di tengah musim kemarau, Bupati Maros dua periode tersebut mengatakan kondisi pertanian di wilayah Mandai relatif aman.

“Alhamdulillah, untuk wilayah Mandai relatif aman karena petani sudah mengantisipasi dengan menanam lebih awal berdasarkan informasi cuaca,”Katanya. 

Namun, Pemkab Maros tetap menyiagakan satgas pompanisasi untuk mengantisipasi kekeringan yang bisa terjadi kapan saja. Karena itu, Chaidir Syam menghimbau jika ada petani yang membutuhkan air agar melapor ke PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan). 

(Tim Redaksi)
© Copyright 2022 - sidikkasus.com