Menyiapkan ASN Kompeten di era Digital, PemKab Maros menerima GDPA dari LAN RI
Sidik Kasus.Maros.SulSel - Pemerintah Kabupaten Maros menerima dokumen Grand Design Pengembangan Aparatur (GDPA) dari Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).
Dokumen tersebut disiapkan sebagai pedoman strategis pengembangan sumber daya manusia aparatur. Fokusnya pada kebutuhan organisasi, peningkatan kinerja individu, serta penguatan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Maros A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Maros A. Davied Syamsuddin, S.STP., M.Si., Kepala BKPSDM Kabupaten Maros A. Sri Wahyuni A. Buchaerah, SP., M.Si., serta Kepala Pusjar SKMP LAN RI Dr. Muhammad Aswad, M.Si.
Turut hadir Ketua Tim Kajian SKMP LAN Satria Eka Tri Laksana, S.IP., M.A.P., bersama Wahyuni Fajaruddin, S.H., M.H., Andi Dirga Putra, S.IP., M.Sc., Avrina Dwijayanti, S.IP., M.Phil., dan Muh. Yunus, S.Psi., M.Psi.
Penyerahan GDPA berlangsung dalam kegiatan Ekspose Dokumen Grand Design Pengembangan Aparatur di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Rabu (26/8/2026)
Kepala Pusjar SKMP LAN RI Dr. Muhammad Aswad, M.Si. menegaskan, pengembangan kompetensi ASN tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif.
“Pengembangan kompetensi ini bukan hanya sekadar sebuah kewajiban, tapi memang sebuah kebutuhan, sebuah tuntutan,” ujar Aswad dalam pemaparan GDPA.
Menurutnya, perubahan lingkungan kerja pemerintahan menuntut organisasi bergerak lebih cepat dalam proses pembelajaran. GDPA diharapkan menjadi instrumen untuk menghubungkan kebutuhan organisasi dengan kompetensi aparatur pada setiap perangkat daerah.
“Pembelajaran kita harus relevan dengan tuntutan pekerjaan kita. Di sinilah pentingnya GDPA. Supaya kita tahu, kalau saya sekarang berada di dinas ini, yang dibutuhkan ke depan adalah seperti ini,”Ucap Aswad.
Aswad mengingatkan, pola pengembangan kompetensi ASN selama ini masih cenderung parsial. Pelatihan terkadang diikuti tanpa didahului analisis mengenai relevansinya dengan kebutuhan pekerjaan. Karena itu, penyusunan GDPA dilakukan melalui analisis kebutuhan organisasi.
Tim Kajian Pusjar SKMP LAN mengumpulkan data dan melakukan wawancara untuk memetakan kebutuhan kompetensi aparatur. GDPA juga diarahkan untuk menjawab perubahan lingkungan strategis di Kabupaten Maros.
Sejumlah kompetensi prioritas yang dipetakan antara lain urban governance, regional planning, collaborative governance, fasilitasi investasi, tourism governance, hospitality governance, pemasaran pariwisata digital, ekonomi kreatif, literasi digital, analisis data, keamanan siber, kepemimpinan digital, manajemen talenta, manajemen sumber daya manusia, dan adaptive leadership.
Sekretaris Daerah Kabupaten Maros A. Davied Syamsuddin, S.STP., M.Si. menyambut positif penyusunan GDPA tersebut. Ia menegaskan, pengelolaan ASN ke depan harus bertumpu pada kompetensi, kualifikasi, kinerja dan integritas.
“Pendekatan SDM kita ke depannya betul-betul mengarah kepada kompetensi, kualifikasi dan kinerja serta integritas yang harus dijaga sebagai seorang ASN. Mari kita berikan yang terbaik untuk organisasi,” tegas Davied.
Penyerahan GDPA menjadi awal dari proses pembelajaran organisasi yang lebih terarah dan tidak hanya menjadi pedoman pelatihan. Lebih jauh, GDPA diarahkan untuk membaca kesenjangan kompetensi, membangun talenta, memperkuat kemampuan aparatur dan memastikan proses pembelajaran berdampak langsung terhadap kinerja pemerintahan.
Dengan ekosistem pembelajaran yang terencana dan berkelanjutan, pengembangan ASN di Kabupaten Maros diharapkan bergerak menuju arah yang lebih adaptif.
Target akhirnya bukan sekadar ASN yang mengikuti pelatihan, tetapi ASN yang kompeten dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat.
(Tim/Red)


Social Header