Breaking News

Momentum HUT Kemerdekaan RI, Chaidir syam mengajak untuk mendukung program Pemerintah Pusat progam Asta Cita.







Momentum HUT Kemerdekaan RI, Chaidir syam mengajak untuk mendukung program Pemerintah Pusat progam Asta Cita

Sidik Kasus.Maros.SulSel -  Pemerintah Kabupaten Maros melaksanakan upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Pallantikang dalam rangka memperingati Hari Ulangtahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke 81 tahun pada Senin, 17 Agustus 2026. Jam 9.30 Wita. 

Anggota Paskibaraka yang bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebanyak 72 orang. Bupati Maros, Chaidir Syam bertindak sebagai inspektur upacara. Sedangkan yang membaca teks proklamasi yakni Ketua DPRD Kabupaten Maros, Gemilang Pagessa. 

Pelaksanaan pengibaran bendera merah putih berlangsung sukses, pasukan paskibraka menampilkan formasi angka 81 yang merupakan bagian dari rangkaian upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun. 

Upacara berakhir pada pukul 10.34 Wita. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian remisi kepada anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros.

Pada kesempatan yang sama, Chaidir Syam menyampaikan bahwa momentum HUT Kemerdekaan RI ke 81 tahun juga merupakan pengingat bagi pemerintah daerah agar terus menunaikan program pembangunan, terutama mendukung penuh program Pemerintah pusat yakni program Asta Cita.

“Tantangan kita yang paling utama adalah bagaimana kita terus memberikan support dan dukungan untuk pencapaian program-program dari Presiden Prabowo Subianto, untuk program-program Asta Cita” katanya.

Asta Cita adalah delapan misi utama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Program ini mencakup penguatan ideologi, kemandirian bangsa, pemerataan ekonomi dari desa, hingga reformasi hukum.

Selain mendukung program pemerintah pusat, kata Chaidir Pemkab Maros akan terus menjalankan dan melanjutkan berbagai program pembangunan di daerah.

Tidak hanya itu, Bupati Maros dua periode tersebut menungkapkan salah satu tantangan yang kini dihadapi masyarakat Maros yakni kondisi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. 

“Kalau tantangan musimnya, ya sekarang lagi El Nino, kemarau. Jadi mudah-mudahan kita bisa hadapi secara bersama” Katanya. 

Selain persoalan cuaca, Chaidir juga menyoroti angka pengangguran di Kabupaten Maros yang saat ini masih mencapai sekitar 8.295 orang. Saat ini, pemerintah daerah selalu berupaya menekan angka tersebut melalui program pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi masyarakat usia produktif. 

“Kita sudah mendapatkan support dari beberapa LPK untuk program pengiriman tenaga kerja ataupun juga membuat mereka bisa terampil,” jelasnya.

Salah satu upaya yang sudah dilakukan oleh Pemkab Maros yaitu menjalin kerja sama dengan Balai Tenaga Kerja yang berada di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep. Dari kerja sama tersebut, hampir 5.000 pemuda-pemudi Maros telah mendapatkan pelatihan dan dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja.

Chaidir mengatakan peningkatan keterampilan menjadi penting karena kebutuhan dunia kerja saat ini semakin mengarah pada tenaga kerja yang memiliki keahlian tertentu. Kabar baiknya, sejumlah investasi mulai masuk ke Kabupaten Maros dan membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri. 

(Tim Redaksi)
© Copyright 2022 - sidikkasus.com