Breaking News

PemKab Maros memastikan Biaya pemulangan jenazah korban pembunuhan di Armenia ditanggung oleh Pemerintah.





PemKab Maros memastikan Biaya pemulangan jenazah korban pembunuhan di Armenia ditanggung oleh Pemerintah. 

Sidik Kasus.Maros.Sulsel - Duka cita Kasus pembunuhan seorang pemuda asal maros yang bekerja di Armenia yang terjadi bulan Juli lalu hingga kini masih dalam proses penyidikan oleh pihak Otoritas di Armenia. Ditengah ketidapastian waktu pemulangan jenazah almarhum Valent A Tambuto (24), keluarga korban mendapatkan kabar baik terkait biaya pemulangan jenazah dari Armenia hingga ke Maros akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah. 

Bupati Maros, Chaidir Syam menyampaikan kepastian tersebut setelah mendampingi adik korban, Arnold Tambuto menemui Anggota Komisi IX DPR RI Uya Kuya dan Ashabul Kahfi di Jakarta, Kamis (20/08/26). 

Pada pertemuan tersebut membahas secara khusus perkembangan kasus sekaligus proses pemulangan jenazah valenth. Uya Kuya turut menghubungi Kementrian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai penanganan kasus pembunuhan Valent A Tambuto. 

Bupati Chaidir Syam mengatakan bahwa Pemkab Maros senantiasa memantau serius proses pemulangan jenazah Valenth dan meyakinkan bahwa pemerintah daerah bersama masyarakat Maros turut berduka atas meninggalnya Valenth di Kota Yerevan, Armenia. 

"Hari ini saya langsung mendampingi Arnold adik dari almarhum Valenth. Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Maros sangat prihatin dan sangat sedih atas meninggalnya salah satu warga kami yang menjadi tenaga kerja di luar negeri di Armenia," ujar Chaidir dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Chaidir Syam menyampaikan juga, kedatangannya bersama Arnold ke Jakarta merupakan bagian dari upaya memastikan proses pemulangan jenazah berjalan dengan baik. Pemkab Maros juga berkoordinasi dengan pihak-pihak yang sejak awal turut mengawal kasus tersebut.

"Kami langsung membawa adik dari almarhum Valenth, adik Arnold, untuk menemui langsung Bapak Uya Kuya, di mana Bapak Uya Kuya ini dari awal mengawal kasus ini dan kami diterima langsung di Fraksi Partai Amanat Nasional," katanya.

Chaidir mengatakan, pada pertemuan tersebut Uya Kuya menghubungi Kemenlu RI. Berdasarkan informasi yang diterima dalam komunikasi tersebut, perwakilan Indonesia di Armenia masih terus berkoordinasi dengan otoritas setempat. Konsulat RI di Armenia juga disebut telah dua kali mendatangi lokasi kejadian untuk berkoordinasi dengan pihak berwenang.

"Dia (Uya Kuya) langsung menelepon Kementerian Luar Negeri, Ibu Heni, dan kita mendengarkan langsung bahwa saat ini terus melakukan koordinasi di Armenia. Sudah dua kali konsulat kita di sana mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pihak Armenia bagaimana perkembangannya," jelas Chaidir.

Selain itu, Chaidir Syam menjelaskan bahwa proses administrasi pemulangan jenazah masih sementara berjalan. Waktu pemulangan jenazah Almarhumah Valenth yang belum dapat ditentukan dikarenakan pemerintah masih menunggu perkembangan hasil penyelidikan dari kepolisian Armenia. 

"Pada saat ini terus dilakukan pemberkasan atau penyelesaian administrasi almarhum Valenth di sana sambil menunggu kepastian hasil penyelidikan dari pihak kepolisian di Armenia dan kita berdoa semoga secepatnya jenazah Valenth ini bisa segera dipulangkan ke Kabupaten Maros" Jelas Chaidir.

Hingga kini, pihak keluarga juga masih menunggu proses penyelidikan di Armenia serta kepastian jadwal pemulangan jenazah agar Valenth dapat kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Maros.

(Tim Redaksi)
© Copyright 2022 - sidikkasus.com